Home Fitur Artikel Hardiknas dan Karya Literer Siswa
Artikel

Hardiknas dan Karya Literer Siswa
serta Guru SMAN 8 JAKARTA

Sumber : http://www.koran-jakarta.com/hardiknas-dan-karya-literer-siswa-serta-guru-sman-8/

Hari lahir tokoh pejuang dan pendidikan Ki Hajar Dewantara 2 Mei 1889 yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas memiliki arti penting bagi seluruh bangsa, utamanya kalangan dunia pendidikan, baik siswa, guru, maupun karyawan. Unsur-unsur inilah, ditambah orang tua dan masyarakat umum harus bahu-membahu memajukan pendidikan di Tanah Air.

Salah satu ukuran kemajuan dan peradaban setiap bangsa adalah karya tulis, baik dalam buku maupun leaflet. Untuk menumbuhkembangkan kebiasaan membaca dan menulis sebagai pondasi masyarakat maju, maka melatihnya sejak dini menjadi suatu keharusan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan tahun lalu meluncurkan suatu gerakan yang disebut “Gerakan Literasi Sekolah: Bahasa Penumbuh Budi Pekerti”.

Menteri berharap, dengan bahasa, kemampuan untuk menulis dan mengasah budi pekerti akan tumbuh, meski dunia pendidikan diadang oleh kebiasaan instan dan penggunaan gadget yang tidak semestinya baik oleh pelajar maupun guru. Gerakan literasi sekolah ini disambut gembira para guru dan siswa SMAN 8 Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Dari sekolah yang sejak lama menelorkan siswa berprestasi ini lahir sejumlah karya, berupa kumpulan cerita pendek atau cerpen, kumpulan puisi, dan sebuah komik.

Ketiga naskah ini sudah siap dibukukan, namun ketika di-share ke internal sekolah, sudah banyak siswa yang ingin memilikinya. Benih-benih karya dan apresiasi beriringan menyambut gerakan literasi sekolah itu. Guru muda yang mengajar Bahasa Indonesia, Yono Sugiono yang juga penulis kumpulan cerpen Balada Sopir Kopaja bersama guru Bahasa Indonesia lainnya, Edy Pramono, dan Muhammad Fajar, kepada Koran Jakarta, menuturkan, guru dan siswa sangat antusias menulis”.

Harus didukung dan difasilitasi agar bisa terbit dan dibaca lebih banyak kalangan,” kata Pak Yon, panggilan akrab Yono. Yono Sugiono juga memperlihatkan kumpulan pantun dan puisi berjudul Seronce Cinta untuk Bumi, karya murid-muridnya yang sangat berbakat dalam dunia sastera ini.

Selain itu dia juga menunjukkan buku komik berjudul Jam Kosong: Komik Jadi–jadian karya rekannya, guru seni rupa, Achmad jati. Dalam rangka Peringatan Hardiknas, kemarin, bukubuku ini dipamerkan bersama karya-karya lainnya di sekolah dan kegiatan lomba memasak nasi goreng. Suasana gembira menyambut Hardiknas sangat terasa di sekolah ini.

Hal itu juga menjadi selingan di tengah ketat dan beratnya mempersiapkan ujian akhir semester. Sudah saatnya Kemendikbud dan juga Dinas Pendidikan DKI Jakarta, memberi dukungan bagi persemaian karya-karya sastera penumbuh budi pekerti ini, dengan cara membantu penerbitan dan memberi penghargaan bagi karya karya terbaik guru dan siswa. sur/E-3